Point2sop

Followers

Showing posts with label khasiat. Show all posts
Showing posts with label khasiat. Show all posts

Tuesday, March 8, 2011

Enaknya Kopi

Di masyarakat kita, siapakah yang tak kenal dengan kopi? Minuman yang sangat disuka kebanyakan orang, dan juga tak sedikit yang anti dengan minuman ini dengan alasan dapat mengganggu kesehatan, menyebabkan kecanduan, teman setia rokok, identik dengan orang tua, atau sederet alasan lain yang diutarakan untuk menjauhkan diri dari minuman yang satu ini. Tapi tahukah sobat Dliya’ bahwa kopi sebenarnya minuman kegemaran kaum Sufi?
Dengan meminum kopi, orang-orang kelas ma’rifat (yang tidak memiliki dan terjangkit penyakit yang semakin parah karena minum kopi) semakin tegar beribadah, seolah kopi mendatangkan cahaya bagi rohani dan jasmani mereka.

Sayyid Abdurrohman bin Muhammad bin Abdurrohman bin Muhammad as-Saqqaf al-Husainy al-Hadramy dari marga al-Idrus (1070 H-1113 H) mengatakan dalam kitabnya Iinaasush Shofwah bi Anfaasil Qahwah: Biji kopi baru ditemukan pada akhir abad VIII H di Yaman oleh penemu kopi Mukha, Imam Abul Hasan Aliy asy-Syadziliy bin Umar bin Ibrahim bin Abi Hudaimah Muhammad bin Abdulloh bin al-Faqih Muhammad Disa’in (nasabnya bersambung hingga kepada seorang sahabat bernama Khalid bin Asad bin Abil Ish bin Umayyah al-Akbar bin Abdi Syams bin Abdi Manaf bin Qushay).

Beliau adalah pengikut tarekat Syadiliyah, bukan pendirinya (karena pendiri tarekat Syadiliyah, Imam Abu Hasan asy-Syadziliy telah wafat pada tahun 828 H)
Dalam penemuan biji kopi, Imam Abul Hasan mendahului Imam Abu Bakr al-Idrus. Sehingga Imam Abul Hasan Aliy adalah penemu biji kopi sedangkan Imam Abu Bakr al-Idrus adalah penyebar kopi di berbagai tempat.

Beliau menggubah syair mengenai kopi sebagai berikut:
قَهْوَةُ الْبُنِّ يَا أَهْلَ الْغَرَامْ سَاعَدَتْنِيْ عَلَى طَرْدِ الْمَنَامْ
وَ أَعَانَتْنِيْ بِعَوْنِ اللهِ عَلى طَاعَةِ اللهِ وَ الْعَالَمُ نِيَامْ
قَافُهَا الْقُوْتُ وَ الْهَاءُ الْهُدَى وَاوُهَا الْوُدُّ وَ الْهَاءُ هِيَامْ
لاَ تَلُوْمُوْنِيْ عَلَى شُرْبِيْ لَهَا إِنَّهَا شُرْبُ سَادَاتٍ كِرَامٍ

Wahai orang-orang yang asyik dalam cinta sejati dengan-Nya, kopi membantuku mengusir kantuk
Dengan pertolongan Alloh, kopi menggiatkanku taat beribadah kepada-Nya di kala orang-orang sedang terlelap.
[Qahwah (kopi)], qaf adalah quut (makanan), ha adalah hudaa (petunjuk), wawu adalah wud (cinta), dan ha adalah hiyam (pengusir kantuk).

Janganlah kau mencelaku karena aku minum kopi, sebab kopi adalah minuman para junjungan yang mulia.
Syeikh Abu Bakr bin Abdulloh al-Idrus berkata tentang kopi yang digemarinya:
Wahai qahwatul bunn (kopi)! Huruf qaf di awalmu adalah quds (kesucian), huruf kedua ha adalah hudaa (petunjuk), dan huruf ketigamu adalah wawu.
Huruf keempatmu adalah ha, berikutnya alif adalah ulfah (keakraban), lam sesudahnya adalah lutfh (belas kasih dari Alloh).
Ba adalah basth (kelapangan), dan nun adalah nur (cahaya). Oh, kopi, kau laksana purnama yang menerangi cakrawala.

Imam Hamzah bin Abdullah bin Muhammad an-Nasyiriy al-Yamaniy asy-Syafi’I, penduduk Zabid (832 H-936 H) adalah seorang sastrawan ulung yang ahli tumbuh-tumbuhan. Dia menggubah seribu bait nadzam mengenai kemukjizatan al-Qur”an, menulis kumpulan fatwa, dan menggubah nadzam lebih dari 80 bait mengenai manfaat kopi, yang antara lain isinya adalah kopi bisa membangkitkan semangat seseorang dan mengantarkannya mencapai kesuksesan.
Disebutkan dalam kitab al-Iinas bahwa huruf ba dan nun pada kata bunn (kopi), masing-masing berarti bidayah (permulaan) dan nihayah (akhir/puncak), yakni mengantarkan seseorang dari awal langkah hingga akhir/sampai sukses.
Nah, setelah uraian tentang kegemaran dan sanjungan ulama Sufi akan kopi, manfaat, serta falsafah tentangnya, apakah sobat Dliya’ masih akan menganggap kopi sebagai minuman yang harus dijauhi?


KOPI ADALAH MINUMAN HALAL

Mayoritas ulama tidak meragukan lagi kehalalan kopi. Dalam kitab Syarh al-’Ubab Syeikh Ibnu Hajar menjelaskan bahwa menggunakan sesuatu yang jaiz sebagai sarana hukumnya tergantung pada tujuan yang ingin dicapai. Jika tujuannya untuk kebaikan maka penggunaan sarana tersebut bernilai pahala, dan jika tujuannya untuk maksiat maka bernilai dosa (untuk meniru niat para ulama Sufi, lihat tips Dliya’ tentang Fatihah yang dibaca sebelum meminum kopi).

Para ulama yang menghalalkan kopi antara lain: Syeikhul Islam Zakariya al-Anshori, Syeikh Abdurrahman bin Ziyad az-Zabidiy, Syeikh Zaruq al-Malikiy al-Maghribiy, Syeikh Abdulloh bin Sahl Baqusyair, Syeikh Muhammmad bin Abdulqadir al-Habbaniy, Syeikh Abdulmalik bin Disa’in, dll.
Para ulama yang menyanjung kopi antara lain: Abu Bakr bin Abdullah al-Idrus, Abdurrahman bin ‘Aliy, Syeikh bin Ismail, Ahmad bin ‘Alawy Bajahdab, Abu Bakr bin Salim, Abdullah bin Alawy al-Haddad, Hatim al-Ahdal, as-Sudiy, Umar bin Abdulllah Bamakhramah beserta putranya, Al-Amudiy, dll.
Banyak ulama Sufi yang berkomentar tentang kopi yang pada prinsipnya mereka menggemari kopi karena dengan meminumnya mereka lebih giat beribadah, terutama pada malam hari ketika banyak manusia yang tertidur lelap.

Syeikh Umar bin Abdullah Bamakhramah, Syeikh Abdul Mu’thiy bin Hasan bin Abdullah bin Ahmad Bakatsir al-hadramiy (Makkah 905-Ahmadabad India 989 H) juga putranya yang bernama Ahmad dan beberapa nama lain menggubah nadzam dalam untaian bait yang amat banyak yang berisi sanjungan terhadap kopi sebagai minuman yang amat bermanfaat untuk penggiat ibadah kepada Allah.

Perhatikan dua bait syair berikut:
قَدْ أَقْبَلَتْ وَ سَوَادُهَا يَتَوَقَّدُ وَ مِنَ الْعَجَائِبْ أَنْ يُضِيْئَ اْلأَسْوَدُ
بِسَوَادِهَا ابْيَضَّتْ قُلُوْبُ أُولِي النُّهَى بِسَوَادِهَا سَادَ السَّوَادَ وَ يُحْمَدُ

Kopi memang hitam tapi menyalakan semangat, bahkan memancarkan cahaya.
Hitamnya kopi membuat hati orang-orang kelas tinggi memutih, sehingga mereka terpuji melebihi kebanyakan manusia.

Sekarang tinggal pilihan sobat Dliya’, memilih kopi yang dipilih kaum Sufi sebagai penggiat ibadah (tentunya dengan mengikut niat mereka, dan toh mereka tak jatuh sakit karena meminumnya), atau malah meninggalkannya karena ketakutan yang tidak beralasan?

Saturday, February 19, 2011

Khasiat Budu Terbongkar

i

Budu yang berasal dari negeri sebelah pantai timur Malaysia ini mendapat perhatian dan menjadikajian para ahli pemakanan berkhasiat Jepun, Amerika Syarikat, Australia, New Zealand dan Jerman. Penemuan baru-baru ini membuktikan kandungan budu memiliki glutathione sebagai bahan antioksidan, mengeluarkan sisa toxic dan meningkatkan daya tahan tubuh (immune) yang dapat memerangi pelbagai penyakit merbahaya dan menghalang kanser.

Kenyataan ini bagaikan satu kejutan bagi golongan yang selama ini memperlekehkan kewujudan budu yang dianggap makan "kuno".

Budu didapati berpotensi untuk melawan radikal bebas dan dipercayai mampu menghalang proses penuaan dan mencegah terjadinya penyakit degeneratif seperti aterosklerosis, koroner jantung, penyakit kencing manis, kanser dan selainnya pada peringkat lebih awal. Kajian mendalam juga mendapati budu turut mengandungi zat antibakteria penyebab cirit (diarrhoea), penurunan kolestrol darah, pencegah penyakit jantung dan hipertensi.

Budu memiliki zat gizi yang lebih mudah dicerna, diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh berbanding jenis protein yang lain. Khasiat budu yang diproses dari ikan bilis yang diperam terbukti mampu mengatasi masalah kanak-kanak yang menderita penyakit diarrhoea kronik akibat kurang zat pada tubuh. Dengan pengambilan budu sebagai makanan sampingan, ia mampu menggalakkan pertumbuhan berat badan bagi golongan yang menderita penyakit diarrhoea kronik ini serta menyembuhkannya dalam waktu singkat.

Hidangan budu bersama nasi kerabu
Ia juga dapat mempertingkatkan IQ kepada sesiapa yang memakannya, kerana ia merangsangkan sel-sel otak dan akan memperkukuhkan ikatan di antara neuron-neuron serta menguatkan neuron-neuron yang lemah. Pemakanan budu turut bertindak membantutkan pertumbuhan bakteria raffinosa dan stokiosa, penyebab utama gejala flatulensi dan masalah kembung perut bagi kanak-kanak dan orang dewasa. 2 kelompok vitamin yang terdapat pada budu iaitu, vitamin larut air (vitamin B kompleks) dan vitamin larut lemak (vitamin A, D, E dan K).

Budu merupakan sumber vitamin B yang paling banyak menyumbang kepada pecahan lain seperti vitamin B1 (thiamin), vitamin B2 (riboflavin), asid pantotenat, asid niasin, vitamin B6 dan vitamin B12 (sianokobalamin). Secara saintifik, budu merupakan penyumbang utama vitamin B12 yang dihasilkan oleh bakteria klebsiella pneumoniae dan Citrobacter frundiin - yang mana vitamin B12 ini tidak dimiliki dari mana-mana sumber makanan laut, ikan-ikan dan daging-daging lain. vitamin B12 ini perlu untuk pembentukan sel darah merah, di mana kekurangan vitaman ini mengakibatkan terjadinya penyakit anemia perisiosa (pucat), sakit perut dan berat badan menurun.

Kadar vitamin B12 dalam budu adalah di antara 1.5 sehingga 6.3 mikrogram per 100 gram bagi setiap satu hidangan atau 2 sudu besar. Jumlah ini jauh lebih cukup untuk keperluan badan manusia dalam sehari. Dengan adanya vitamin B12 para pengamal diet (jaga badan) tidak perlu lagi merasa khuatir akan kekurangan vitamin B12 di dalam badan.

Selain pembekal kepada protein yang tinggi, ia turut mengandungi mineral makro dan mikro dalam jumlah yang cukup. Jumlah mineral zat besi, kalsium dan magnesium adalah sebanyak 9, 39, 2, 87 dan 8.05 mg bagi setiap 100 gram budu. Budu juga mengandungi zat antioksidan dalam bentuk isoflavon.

Seperti halnya vitamin C, vitamin E dan karotenoid, isoflavon juga merupakan antioksidan yang sangat diperlukan oleh tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukan radikal bebas. Radikal bebas merupakan atom atau molekul yang mempunyai satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan, sehingga menjadi sangat aktif hingga menyebabkan ketumbuhan tumor, kanser, penuaan dan kematian sel. Radikal bebas didapati berpunca dari makan seharian yang dimakan dan juga dari reaksi yang terjadi di dalam tubuh. Adanya antioksidan di dalam budu akan mencegah pembentukan radikal bebas tersebut.

Kebiasaannya di dalam apa jua jenis ikan terdapat 3 jenis isoflavon unsur antioksidan iaitu daidzein, glisitein dan genistien. Pada budu, di samping 2 jenis unsur ini, terdapat juga antioksidan faktor 11 (6, 7, 4 trihidroksi isoflavon) yang mempunyai sifat antioksidan paling kuat dibandingkan isoflavon dalam ikan-ikan lain.

Penelitian yang dilakukan di Universiti North Carolina, Amerika Syarikat menemukan bahawa unsur genestein dan phytoestrogen yang terdapat pada budu terbukti dapat mencegah penyakit kanser, proses penuaan dan barah payu dara.

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu bentuk kelainan pembuluh darah koroner akibat penumpuan lemak di dalam dinding pembuluh darah iaitu satu keadaan yang disebut aterosklerosis. Ini mungkin disebabkan oleh faktor usia, pemakanan, jantina dan keturunan. Manakala faktor dimodifikasi adalah peningkatan kadar lipida darah (hiperkolestrolemia), hipertensi, obesiti, stress dan kurang aktiviti lasak. Pemakanan budu yang mempunyai sifat hipokolesterolemik (menurunkan lemak darah) seperti kandungan protein, serta makanan, niasin, vitamin E, karotenoid dan kalsium. Satu ujikaji rambang yang dijalankan, mendapati pengambilan budu sebanyak 150 gm sehari selama 2 minggu dapat menurunkan kadar kolestrol ke tahap luar dari jangkaan.

Selain dari sumber protein yang berkualiti tinggi, budu turut dikenali sebagai sumber serat (dietary fiber) yang baik. Kandungan serat di dalam budu mampu mencapai di antara 8 hingga 10% bagi setiap 100 gm. Ia menyumbangkan kepada 30% dari jumlah serat yang dianjurkan oleh National Cancer Research.

Berbanding serat di dalam ikan-ikan atau sumber protein lain, serat pada budu lebih mudah untuk dicernakan, kerana ia telah disepara cerana oleh bakteria. Dari apa yang dinyatakan ini jelas sekali bahawa khasiat serta kebaikan sepiring budu yang dimakan bersama hidangan nasi pagi, tengahari dan malam melampau jangkauan yang anda fikirkan. Budu seumpama cecair pelbagai vitamin yang memenuhi segala keperluan untuk tubuh badan.


diambil dari wikipedia